Translate Language

Friday, 6 June 2014

Komputer dan SumberDaya Perairan



Peranan Komputer Pada Perikanan
       Komputer  sangat berkembang pesat saat ini terutama pada
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiag20bmTb7brzCgCMHpqDIB6cHx38ERED_9oTtpO4DcfkWFkatMdf9CrEJSEx7vTfPaM51mCD3Rh2yWk1rjt-XZtyTjoRo2NXCyaNmFk5_avANGFmFPtaKRSGw3dCPxa4BmjY9ilbRDc0/s1600/imagesm.jpg
perkantoran serta swasta, selain itu kegunaanya mempunyai arti penting disetiap perkantoran. Demikian pula di kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. Disana Komputer sangat berperan penting karena dapat digunakan untuk keperluan membuat laporan, analisis, surat, dan banyak juga yang lainnya.
       Komputer juga dapat mengolah berbagai jenis informasi dan menampilkan berbagai banyak yang diinginkan dan dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat sehingga pemakaian komputer diperkantoran ini sangat dibutuhkan di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan.
Istilah Komputer (Computer) diambil dari bahasa latin Computare yang berarti menghitung ( to Computer ). Beberapa definisi tentang komputer :
1.    Menurut buku Computer Annual (Robert H.Blissmer)
Komputer adalah suatu alat elektronika yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
·       Menerima input
·       Memproses input tadi sesuai dengan programnya
·       Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
·       Menyediakan output dalam bentuk informasi
2.      Menurut buku Computer Today (Donald H.Sanders) :
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori (stored program).
3.    Menurut buku Computer Organization (V.C.Hamacher, Z.G.Vranesic, S.G.Zaky)
Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) dan menghasilkan output informasi.
4.    Menurut buku Introduction To The Computer, The Tool Of Business (William M.Fuori) :
Komputer adalah suatu pemroses data (data processor) yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat, termasuk perhitungan aritmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia mengoperasikan selama pemrosesan.
Dari beberapa definisi yang tersebut, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah
1.             Alat elektronik
2.             Dapat menerima input data
3.             Dapat mengolah data
4.             Dapat memberikan informasi
5.             Menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer (stored program).
6.             Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan
7.             Bekerja secara otomatis
Program adalah kumpulan dari instruksi atau perintah terperinci yang sudah dipersiapkan supaya komputer dapat melakukan fungsinya dengan cara yang sudah tertentu.
1.2 Pengolahan Data Elektronik
Pengolahan Data Elektronik (PDE) atau Electronic Data Processing (EDP) adalah pengolahan data dengan menggunakan komputer. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan darinya. Pengolahan data (data processing) adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti berupa informasi. Informasi (information) adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian. Jadi PDE atau EDP adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berarti berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik yaitu komputer.
1.3 Siklus Pengolahan Data
Suatu proses pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycle), yaitu input, processing dan output.
1.4 Sistem Komputer
Sistem adalah jaringan daripada elemen-elemen yang saling berhubungan, membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi, supaya tujuan pokok tersebut terlaksana, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya. Elemen-elemen dari sistem komputer adalah software, hardware dan brainware.
Hardware (perangkat keras/piranti keras) adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah. Software (perangkat lunak/piranti lunak) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
1.5 Kemampuan Komputer
Kemampuan komputer yang paling menakjubkan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti misalnya perhitungan pertambahan atau pengurangan, dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dalam satuan millisecond, microsecond, nanosecond atau picosecond.
Kemampuan komputer lain yang menakjubkan adalah ketepatannya. Kalau manusia lelah, maka mentalnya akan luluh yang akan berakibat kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Sebaliknya karena komputer tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah maka komputer tidak akan mengalami kesalahan.
Komputer akan mengalami kesalahan, bilamana
1.      komponennya rusak
2.      Data yang dimasukkan salah, maka hasilnya akan salah.

Suatu istilah komputer yang cukup populer, yaitu GIGO (Garbage In Garbage Out) yang berarti sampah yang masuk, sampah pula yang keluar. Jadi kalau data yang dimasukkan salah, maka hasilnya akan salah. Sebaliknya bila data yang dimasukkan benar, maka hasilnya akan benar (Gold In Gold Out), emas yang masuk, emas pula yang keluar. Disamping komputer yang mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan cepat dan tepat, juga mempunyai kemampuan yang lain, yaitu mempunyai ingatan (memori) yang sangat besar sekali.



PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI DI BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN

Dunia kelautan merupakan dunia yang sangat dinamis, disini hampir semunya bergerak kecuali dasar lautan  . Di wilayah yang merupakan bagian bumi terbesar ini, terdapat banyak sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk suatu daerah atau pemerintahan, contohnya adalah sumber daya ikan. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dan memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar juga. Dengan luas lautan sekitar 5,8 juta km2 dan panjang pantai kurang lebih 81.000 km, maka potensi pendapatan ekonomi dari bidang perikanan akan sangat besar sekali        (Christian, 2013).
Menurut Kusyanto (2001) potensi sumber daya perikanan di Indonesia adalah 6.1 juta ton per tahun dan baru termanfaatkan sekitar 57%. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam eksploitasi sumber daya ikan2 tersebut menyebabkan tidak optimumnya pemanfaatan sumber daya ikan yang ada.
Pemanfaatan suatu teknologi seperti Sistem Informasi Geografis untuk perikanan diharapkan dapat mampu memberikan suatu gambaran dan suatu tampilan spasial tentang sumber-sumber atau spot-spot perikanan di wilayah indonesia yaitu dengan menggabungkan faktor-faktor lingkungan yang mendukung tempat hidup dan berkumpulnya berbagai jenis ikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil penangkapan ikan (Kusnadi, 2010).
Ikan dengan mobilitasnya yang tinggi akan lebih mudah dilacak disuatu area melalui teknologi ini karena ikan cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti adanya peristiwa upwelling, dinamika arus pusaran (eddy) dan daerah front gradient pertemuan dua massa air yang berbeda baik itu salinitas, suhu atau klorofil-a. Pengetahuan dasar yang dipakai dalam melakukan pengkajian adalah mencari hubungan antara spesies ikan dan faktor lingkungan di sekelilingnya. Dari hasil analisa ini akan diperoleh indikator oseanografi yang cocok untuk ikan tertentu. Sebagai contoh ikan albacore tuna di laut utara Pasifik cenderung terkonsetrasi pada kisaran suhu 18.5-21.5o C dan berassosiasi dengan tingkat klorofil-a sekitar 0.3 mg m-3                                                             (Polovia, 2001).
Selanjutnya output yang didapatkan dari indikator oseanografi yang bersesuaian dengan distribusi dan kelimpahan ikan dipetakan dengan teknologi SIG. Data indikator oseanografi yang cocok untuk ikan perlu diintegrasikan dengan berbagai layer pada SIG karena ikan sangat mungkin merespon bukan hanya pada satu parameter lingkungan saja, tapi berbagai parameter yang saling berkaitan. Dengan kombinasi SIG, inderaja dan data lapangan akan memberikan banyak informasi spasial misalnya dimana posisi ikan banyak tertangkap, berapa jaraknya antara fishing base dan fishing ground yang produktif serta kapan musim penangkapan ikan yang efektif. Tentu saja hal ini akan memberi gambaran solusi tentang pertanyaan nelayan kapan dan dimana bias mendapatkan banyak ikan (Mbojo, 2008).
Pengembangan SIG untuk kelautan mempunyai dua kendala umum, pertama bahwa dasar-dasar perkembangan SIG adalah untuk keperluan analisis keruangan pada suatu lahan (land-based sciences), kedua analisis SIG untuk laut lebih banyak menggunakan 3D, sedangkan SIG sendiri masih kurang mampu mengaplikasikan 3D secara baik pada daerah2 yg luas (Kusuma, 2004).
Tujuan dilakukannya pembuatan aplikasi SIG dalam bidang kelautan dan perikanan :
-      Mengetahui ikan di laut berada dan kapan bisa ditangkap jumlah yang berlimpah merupakan pertanyaan yang sangat biasa didengar.
-      Meminimalisir usaha penangkapan dengan mencari daerah habitat ikan, disisi biaya BBM yang besar, waktu dan tenaga nelayan.
-      Mengetahui area dimana ikan bisa tertangkap dalam jumlah yang besar.
Menurut Nerangel (2013) SIG (Sistem Informasi Geografis) merupakan sistem berbasis komputer yang didesain untuk mengumpulkan, mengelola, memanipulasi, dan menampilkan informasi spasial (keruangan) berupa informasi yang mempunyai hubungan geometrik dalam arti bahwa informasi tersebut dapat diukur, dihitung, dan disajikan dalam sistem koordinat rujukan/bidang hitung yang baku, dengan data berupa data digital yang terdiri dari data posisi (data spasial) dan data semantiknya (data atribut)
            Secara prinsip tujuan umum pemrosesan data pada teknologi SIG yaitu mempresentasikan : Input, manipulasi, pengelolaan, query, analysis dan visualisasi. Sumber data untuk keperluan SIG dapat berasal dari data citra, data lapangan, survey kelautan, peta, sosial ekonomi, dan GPS. Selanjutnya diolah di laboratorium atau studio SIG dengan software tertentu sesuai dengan kebutuhannya untuk menghasilkan produk berupa informasi yang berguna, bisa berupa peta konvensional, maupun peta digital sesuai keperluan user, maka harus ada input kebutuhan yang diinginkan user. Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam lima komponen utama yaitu : perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), pemakai (user), data, dan metode (Pamungkas, 2011).
Menurut Randy (2013) untuk mendukung suatu Sistem Informasi Geografis, pada prinsipnya terdapat dua jenis data, yaitu:
·         Data spasial, yaitu data yang berkaitan dengan aspek keruangan dan merupakan data yang menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata suatu wilayah di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, atau pun gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
·         Data non-spasial, disebut juga data atribut, yaitu data yang menerangkan keadaan atau informasi-informasi dari suatu objek (lokasi dan posisi) yang ditunjukkan oleh data spasial. Salah satu komponen utama dari Sistem Informasi Geografis adalah perangkat lunak (software). Dalam pendesainan peta digunakan salah satu software SIG yaitu MapInfo Profesional 8.0. MapInfo merupakan sebuah perengkat lunak Sistem Informasi Geografis dan pemetaan yang dikembangkan oleh MapInfo Co. Perangkat lunak ini berfungsi sebagai alat yang dapat membantu dalam memvisualisasikan, mengeksplorasi, menjawab query, dan menganalisis data secara geografis.
Keadaan-keadaan lingkungan yang merupakan syarat kebahagian hidup bagi ikan-ikan tersebut merupakan suatu sebaran spasial yang dapat di olah dengan Sistem Informasi Geografi. Data-data lingkungan tersebut dapat di peroleh dari data penginderaan jauh seperti Sea Surface Temperature (SST) suhu laut dan klorofil-a yang bisa diperoleh dari citra MODIS sedangkan data-data lokasi pendaratan kapal penagkaan, batas pantai bisa diperoleh dari survei lapangan dan peta dasar wilayah (Tanto, 2013).
Sistem informasi geografi merupakan suatu interaksi antara data-data atribut dan data spasial yang bereferensi geografi. Keunggulan SIG ini dapat dijadikan masukan berharga bagi para nelayan atau pengusaha perikanan untuk mengetahuai lokasi-lokasi penangkapan ikan.Dengan SIG bantuan data SST, klorofil, PAR (Photosintesis Actibe Radiation) dll bulanan dalam beberapa tahun yang diperoleh dari PJ dan dianalisis dengan SIG akan memberikan tampilan secara geografis kencendrungan seberan dari faktor-faktor lingkungan yang disukai oleh ikan yang akhirnya memberikan gambaran daerah perkiraan penangkapan ikan (Wiadnya, 2012).
SIG perikanan lebih sering bermain dengan bentuk data raster. Data-data SST, klorofil dll tersebut merupakan suatu data dari citra satelit yang berbentuk raster. Data raster mempunyai kelemahan dalam proses penyimpaan dan kemampuannya berinteraksi dengan data atribut. Data bentuk raster membutuhkan tempat penyimpanan yang sangat besar sehingga boros hardisk, data raster juga merupakan data angka per pixel sehingga tidak bisa di gabung dengan data tabel, keadaan ini terjadi apabila data raster tersebut bersifat degradasi. Untuk bisa menggabungkannya dengan data tabel harus di reklasifikasi terlebih dahulu, sehingga membentuk ID2. Interkasi data atribut dengan data spasial sangat berguna pada lokasi pendaratan ikan, dimana pelaporan secara berkala tentang hasil penangkapan ikan akan memberikan informasi wilayah penghasil ikan terbesar dan informasi tentang pemanfaatan potensi perikanan yang ada disekitar lokasi pendaratan kapal (Zainuddin, 2013).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdaP3daPBwu970qJiTxU4kLzmKWPpZd2rncr6gDstQy_PwKSL8OHU6tFJPA5U7YPZ7fjoNjxd5F4Cz-08N-ruETU0cC1GrNoph2dcVKPc1OJ9pNsVJLh86h2st49tahivQN4dDPgHYAq4/s1600/hasil.jpg


Database telah menjadi issu sentral­­ dalam pemberdayaan sistem informasi perikanan di negara kita. Untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan kita yang cukup besar diperlukan adanya sistem data yang cukup besar diperlukan adanya sistem data yang sistematis, lengkap dan terpadu seperti data perikanan tangkap dan data lingkungan laut. Data tersebut dapat digunakan untuk mempelajari secara efektif berapa besar potensi stok ikan yang kita miliki, dimana stok ikan tersebut bisa ditangkap dan kapan musim ikan tersebut akan berlimpah
            Dengan keandalaan sistem database tersebut misalnya perkiraan ruang dan waktu untuk menangkap perkiraan ruang dan waktu untuk menangkap ikan komersial penting, indikasi awal fenomena alam seperti tsunami dan El Nini dan La Nina serta polusi air.
            Ada dua database yang digunakan yaitu fisheries database dan satellite database. Kedua database tersebut dikombinasikan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang disukai ikan tuna. Dengan menggunakan software GIS (system informasi geografi), daerah potensial ikan tuna dapat dideteksi dari indikator lingkungan yang suitable (cocok) dengan menggunakan peta prediksi dan peta kontur. Kemudian daerah itu diperjelas (Enhancement) menggunakan peta peluang (Envirinmental probability map) dari gabungan faktor-faktor lingkungan dan data perikanan. Potensial habitat ini selanjutnya diuji menggunakan mode statistik untuk memastikan dan memprediksi daerah penangkapan yang produktif. Dan, dari hubungan kelimpahan ikan dengan indikator faktor lingkungan yang sesuai digunakan untuk mensimulasikan jalur migrasi ikan tuna dengan basis database dari suhu lingkungan.
            Aplikasi database dalam bidang perikanan dan kelautan telah mengalami banyak kemajuan yang bisa kita lihat dan akses lewat internet. Sebagai contoh FIGIS (Fisheries Global Information System) menyediakan berbagai informasi seperti statistik perikanan, peta sebaran ikan menurut spesies, issue dan topik perikanan aktual, budidaya, perikanan laut dan teknologi penangkapan. FAO juga menyediakan data dan informasi penting bagaimana profil perikanan di suatu negara dapat dipilih dengan mudah melalui situsnya.






Peranan Internet di Dalam Bidang Perikanan

Internet (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.
Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.
Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang berbasis protokol lainnya.
Pada saat ini berbagai produk perikanan tangkap dalam kondisi stagnan. Karena nelayan mengalami keterbatasan alat tangkap terutama kapal dan SDM yang memiliki kompetensi teknologi tentang kelautan dan perikanan. Langkah Kementerian Perikanan dan Kelautan yang akan menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk pengadaan ribuan kapal tangkap untuk nelayan tidak akan optimal. Jika tanpa disertai dengan dukungan sistem informasi yang mampu menggambarkan kondisi real time menyangkut kelautan dan perikanan.
Pentingnya solusi yang terintegrasi berupa e-Ocean Fisheries Goverment. Yakni berupa sistem informasi tentang kelautan dan perikanan yang berbasis SIG ( Sistem Informasi Geografis ) dengan kemampuan businees inteligent serta memiliki keandalan interoperabilitas sehingga bisa berbagi informasi secara luas. Selain itu berbagai database informasi perikanan global dapat diakses. Seperti contohnya FIGIS (fisheris global information system) yang menyediakan berbagai informasi seperti statistik perikanan, peta sebaran ikan menurut spesies, issue dan topik perikanan aktual, budidaya, perikanan laut dan teknologi penangkapan. Data tersebut tersedia kapan dan dimana saja kita perlukan. Selain itu badan PBB FAO juga telah menyediakan data dan informasi penting tentang bagaimana profil perikanan di suatu negara dapat dipilih dengan mudah melalui situsnya.
Pada prinsipnya pengembangan e-Ocean Fisheries Goverment merupakan sistem informasi nasional yang berkemampuan inteligensi sehingga pelaksanaan program dan tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan akan lebih efektif. Sistem memiliki konten dari berbagai aspek, dari aspek ekologi, ekonomi kelautan, masalah sosial wilayah pesisir hingga tata kelola pulau-pulau kecil. Sistem harus mudah  diakses, mudah  diupdate  setiap  saat,  mudah  dipantau, sekaligus bisa berfungsi sebagai Sistem Informasi Ekosistem Nasional yang pada saat ini telah menjadi isu penting dunia. e-Ocean Fisheries Government bertujuan untuk memenuhi informasi yang lengkap tentang kondisi kelautan nasional, baik dari sisi sumber daya laut, keadaan perairan, cuaca, kejadian penting di laut (accident maupun incident), tanda-tanda navigasi laut yang sangat membantu bagi kapal berlayar di lautan kita, dan segala informasi mengenai laut lainnya. Selain itu berbagai data antar departemen bisa dipertukarkan secara mudah. Misalnya data untuk kebutuhan deteksi dan pemberanatsan aktifitas illegal fisheris antara lain berupa track kapal ikan (posisi, kecepatan, heading), Database SIPI, SIKPI (Identitas Pemilik, Perusahaan, Ukuran kapal, jenis alat tangkap, tanggal kadaluarsa ijin), Database log book (jenis ikan, lokasi), Database parameter biologi laut (klorofil, upwelling), Database batas WPP.
Dalam kegiatan penangkapan ikan, pertanyaan klasik yang sering kali mencuat adalah dimana ikan di laut berada dan kapan bisa ditangkap dalam jumlah yang cukup besar. Pertanyaan penting itu perlu dicari solusinya. Apalagi usaha penangkapan dengan mencari daerah habitat ikan yang tidak menentu (asal-asalan) menimbulkan resiko tinggi, yaitu pemborosan BBM, buang-buang waktu dan tenaga nelayan. Dengan mengetahui area dimana ikan bisa ditangkap dalam jumlah yang besar tentunya akan menghemat biaya operasi penangkapan. Salah satu alternatif yang menawarkan solusi terbaik adalah mengkombinasikan kemampuan SIG dan penginderaan jauh (inderaja) kelautan. Dengan teknologi inderaja faktor-faktor lingkungan laut yang mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan dapat diperoleh secara berkala, cepat dan dengan cakupan area yang luas. Faktor-faktor lingkungan tersebut antara lain menyangkut suhu permukaan laut (SST), tingkat konsentrasi klorofil, perbedaan tinggi permukaan laut, arah dan kecepatan arus dan tingkat produktivitas primer. Ikan dengan mobilitasnya yang tinggi akan lebih mudah dilacak di suatu area melalui sistem teknologi informasi, hal ini dikarenakan ikan cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti arus pusaran dan daerah front gradient pertemuan dua massa air yang berbeda baik itu salinitas dan suhu.
Pengetahuan dasar yang dipakai sebagai basis sistem informasi adalah melakukan pengkajian hubungan antara spesies ikan dan faktor lingkungan di sekelilingnya. Dari hasil kajian tersebut akan diperoleh indikator oseanografi yang cocok untuk ikan tertentu. Selanjutnya output yang didapatkan dari indikator oseanografi yang bersesuaian dengan distribusi dan kelimpahan ikan dipetakan dengan teknologi SIG. Data indikator oseanografi yang cocok untuk ikan perlu diintegrasikan dengan berbagai layer pada SIG karena ikan sangat mungkin merespon bukan hanya pada satu parameter lingkungan saja, tapi berbagai parameter yang saling berkaitan. Dengan kombinasi SIG, inderaja dan data lapangan akan memberikan banyak informasi spasial misalnya dimana posisi ikan banyak tertangkap, berapa jaraknya antara fishing base dan fishing ground yang produktif serta kapan musim panen ikan yang paling efektif.
Sebagai gambaran signifikansi penggunaan SIG adalah kegiatan atau proyek penangkapan ikan tuna di laut Pasific. Dalam proyek itu pada prinsipnya ada dua database (satelit dan perikanan tuna) lalu dikombinasikan dalam mengembangkan spasial analisis daerah penangkapan ikan tuna. Biasanya ada empat layer data yang diintegrasikan yaitu suhu permukaan laut (NOAA/AVHRR), tingkat konsentrasi klorofil (SeaWiFS), perbedaan tinggi permukaan air laut (SSHA) dan eddy kinetik energi (EKE) (AVISO). Parameter pertama dipakai karena berhubungan dengan kesesuaian kondisi fisiologi ikan dan thermoregulasi untuk ikan tuna; sedangkan parameter yang kedua karena dapat menjelaskan tingkat produktifitas perairan yang berhubungan dengan kelimpahan makanan ikan; sementara parameter yang ketiga berhubungan dengan kondisi sirkulasi air daerah yang subur seperti eddy dan upwelling; dan parameter terakhir berhubungan dengan indeks untuk melihat daerah subur dan kekuatan arus yang mungkin mempengaruhi distribusi ikan. Data penangkapan ikan tuna diplot pada peta lingkungan yang dibangkitkan dari citra satelit.
Setiap spesies ikan mempunyai karakteristik oseanografi kesukaannya masing-masing dan cenderung menempati daerah tertentu yang bisa dipelajari atau dibuat permodelannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pendekatan teknologi SIG. Database mestinya menjadi isu penting dalam mengembangkan produksi perikanan tangkap di negeri ini yang kondisinya saat ini sedang stagnan. Database tersebut juga sangat penting untuk mengetahui secara persis berapa sebenarnya potensi stok ikan yang kita miliki. Dan dimana saja stok ikan tersebut bisa ditangkap dan kapan bisa dipanen secara melimpah.
Indonesia merupakan negara maritim (kepulauan) terbesar di dunia karena sebagian dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia adalah laut, dan “Nenek  Moyangku Seorang Pelaut” bukan hanya slogan belaka. Perairan Indonesia  memiliki banyak  potensi dari sumberdaya alam, mineral, kekayaan hayati dan keanekaragaman penghuni dasar lautnya. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian di sektor kelautan. Para nelayan memanfaatkan kekayaan bawah laut Indonesia sebagai sumber mata pencahariannya. Akan tetapi selama dekade ini, nelayan tidak bisa memaksimalkan hasil tangkapannya dikarenakan masih minimnya teknologi yang digunakan. Sehingga membuat tingkat akurasi rendah dalam memprediksi keberadaan ikan

Manfaat Komputer Bagi Perikanan

Peranan Komputer Pada Perikanan
       Komputer  sangat berkembang pesat saat ini terutama pada
perkantoran serta swasta, selain itu kegunaanya mempunyai arti penting disetiap perkantoran. Demikian pula di kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. Disana Komputer sangat berperan penting karena dapat digunakan untuk keperluan membuat laporan, analisis, surat, dan banyak juga yang lainnya.
       Komputer juga dapat mengolah berbagai jenis informasi dan menampilkan berbagai banyak yang diinginkan dan dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat sehingga pemakaian komputer diperkantoran ini sangat dibutuhkan di Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan.
Istilah Komputer (Computer) diambil dari bahasa latin Computare yang berarti menghitung ( to Computer ). Beberapa definisi tentang komputer :
1.    Menurut buku Computer Annual (Robert H.Blissmer)
Komputer adalah suatu alat elektronika yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
·       Menerima input
·       Memproses input tadi sesuai dengan programnya
·       Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
·       Menyediakan output dalam bentuk informasi
2.      Menurut buku Computer Today (Donald H.Sanders) :
Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori (stored program).
3.    Menurut buku Computer Organization (V.C.Hamacher, Z.G.Vranesic, S.G.Zaky)
Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dapat menerima informasi input digital, memprosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) dan menghasilkan output informasi.
4.    Menurut buku Introduction To The Computer, The Tool Of Business (William M.Fuori) :
Komputer adalah suatu pemroses data (data processor) yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat, termasuk perhitungan aritmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia mengoperasikan selama pemrosesan.
Dari beberapa definisi yang tersebut, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah
1.             Alat elektronik
2.             Dapat menerima input data
3.             Dapat mengolah data
4.             Dapat memberikan informasi
5.             Menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer (stored program).
6.             Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan
7.             Bekerja secara otomatis
Program adalah kumpulan dari instruksi atau perintah terperinci yang sudah dipersiapkan supaya komputer dapat melakukan fungsinya dengan cara yang sudah tertentu.
1.2 Pengolahan Data Elektronik
Pengolahan Data Elektronik (PDE) atau Electronic Data Processing (EDP) adalah pengolahan data dengan menggunakan komputer. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan darinya. Pengolahan data (data processing) adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti berupa informasi. Informasi (information) adalah hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian. Jadi PDE atau EDP adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berarti berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik yaitu komputer.
1.3 Siklus Pengolahan Data
Suatu proses pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycle), yaitu input, processing dan output.
1.4 Sistem Komputer
Sistem adalah jaringan daripada elemen-elemen yang saling berhubungan, membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi, supaya tujuan pokok tersebut terlaksana, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya. Elemen-elemen dari sistem komputer adalah software, hardware dan brainware.
Hardware (perangkat keras/piranti keras) adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah. Software (perangkat lunak/piranti lunak) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
1.5 Kemampuan Komputer
Kemampuan komputer yang paling menakjubkan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti misalnya perhitungan pertambahan atau pengurangan, dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dalam satuan millisecond, microsecond, nanosecond atau picosecond.
Kemampuan komputer lain yang menakjubkan adalah ketepatannya. Kalau manusia lelah, maka mentalnya akan luluh yang akan berakibat kecenderungan untuk melakukan kesalahan. Sebaliknya karena komputer tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah maka komputer tidak akan mengalami kesalahan.
Komputer akan mengalami kesalahan, bilamana
1.      komponennya rusak
2.      Data yang dimasukkan salah, maka hasilnya akan salah.

Suatu istilah komputer yang cukup populer, yaitu GIGO (Garbage In Garbage Out) yang berarti sampah yang masuk, sampah pula yang keluar. Jadi kalau data yang dimasukkan salah, maka hasilnya akan salah. Sebaliknya bila data yang dimasukkan benar, maka hasilnya akan benar (Gold In Gold Out), emas yang masuk, emas pula yang keluar. Disamping komputer yang mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan cepat dan tepat, juga mempunyai kemampuan yang lain, yaitu mempunyai ingatan (memori) yang besar.